Monday, October 29, 2012

Ganguan Kepada Alat HF Anda

Baru-baru ini penulis berjumpa dengan beberapa rakan yang baru beberapa tahun mendapat AA kelas A. Semasa mereka membuat expidisi Dxing mereka ada membawa bersama mereka generator set dan juga battery 12VDC. Bersama mereka juga mereka membawa LED Flood Light dll.


Mereka menyatakan bahawa LED light tersebut memberi “QRM” kepada alat receiver HF. Perkara ini di ajukan kepada penulis bagaimana membuang ganguan berkenaan sebab mereka cuba pasangkan grounding system dengan menanam copper rod lebih kurang 2 kaki kedalam bumi namun ganguan berkenaan masih lagi ada.


Penulis pun ada memiliki beberapa buah lampu LED namun ianya tidak memberi apa2 ganguan pada alat HF mengapa pula rakan-rakan lain mengatakan LED light yang mereka gunakan memberi ganguan pada alat HF mereka? Jawapan nya mudah sebenarnya bukan LED light yang memberi ganguan pada alat HF kita….apa yang terjadi pada rakan2 kita tadi ialah mereka menggunakan lampu LED yang di Connect terus ke soket 240V AC. Sebenarnya ganguan kepada alat HF datang dari AC/DC converter yang terdapat pada Lampu LED berkenaan….DC supply yang datang bersama lampu LED tersebut ‘not fully regulated” ini menyebakan terdapatnya ganguan pada alat HF. Apa yang penulis gunakan ialah LAMPU LED yang di sambung terus ke DC Voltage. Oleh yang demikian adalah disarankan kalau anda inginj membeli lampu LED sila belikan lampu yang voltan nya adalah 12VDC dan bukan nya 240VAC.

Beberapa tahun yang lalu ada rakan-rakan yang buat Dexpedition di sebuah pulau mereka menyatakan terdapat banyak “QRM” pada alat HF sehingga menyukarkan bagi mereka operate di 80M,40m dan 20m dan 15M. Pada hari terakhir baru mereka ketahui “QRM” tersebut datang nya dari Battery Charger Hand Phone. Ya memang benar penulis telah beberapa kali buat kajian mengenai perkara ini sejak dari tahun 2000 lagi dimana banyak power supply di pasaran menggunakan “Switching Power Supply” dan penulis dapati majoriti dari power supply jenis ini tidak mengikut “Standard” yang di tetapkan. Dimasa ini terdapat banyak power supply jenis ini Antaranya  yang terdapat pada  laptop anda, PC, dan battery charger untuk Hand Phone anda. Hati-hati apabila membeli switching power supply dari pengalaman penulis switching power supply yang murah dipasaran memberi banyak ganguan kepada alat HF kita. Untuk mengelakan dari ganguan kepada alat HF kita Pilihlah ‘switching power supply” dari jenama2 yang terkenal.Suka juga  penulis nyatakan disini ganguan di 10 meter band tidak lah sehebat di lower band saperti di 80m/40m/ itu sebabnya jika tuan-tuan monitor di upper band kurang "noise" di bandingkan di lower band.....

Tuesday, September 25, 2012

Apa Pentingnya SEJARAH?


Kenapa sejarah?  Apa pentingnya sejarah? 
Mungkin bagi sebahagian orang, sejarah tidak menjadi focus of interest mereka.. Padahal ada nilai besar dari orang-orang yang memahami makna sejarah.

Secara umum definisi sejarah adalah sesuatu yang terjadi di masa lalu. Sadar ataupun tidak, masing-masing manusia sebenarnya sedang mengukir sejarah atas nama mereka sendiri. Apa yang kita lakukan saat ini akan menjadi sejarah untuk dikenang orang lain di masa mendatang.

Dalam peribahasa kita sering mendengar atau membaca kalimat “bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal sejarahnya sendiri” atau “belajarlah dari sejarah para pendahulu.”

Ternyata dari definisi sejarah itu sendiri sudah mampu memberikan fungsi seorang guru. Memberikan pelajaran dari pengalaman-pengalaman si pelaku sejarah, untuk dapat kita ilham dan ambil hikmah dari sesuatu yang sudah terjadi. Jika sejarah itu merupakan kejadian baik, maka patut kita teladani, dan apabila kejadian itu buruk, maka patut jua kita ketahui agar kejadian buruk tersebut tidak terjadi kepada diri kita sendiri.

Bahkan untuk menambah ilmu dan pengetahuan, kita dianjurkan untuk banyak membaca buku. Semakin banyak membaca, maka semakin kaya pengetahuan. Akan tetapi, berapa banyak orang yang sedar bahawa buku itu adalah sejarah pemikiran, pengetahuan dan pengalaman dari si penulis? Dengan kata lain setiap buku merupakan sejarah si penulis buku tersebut.
Subhanallah makna “sejarah” tersebut bagi kita.

Oleh karena itu, di dalam ajaran agama islam, kita sebagai umat pun dianjurkan untuk mempelajari sejarah. Hal ini terdapat di dalam Al Quran surat An Nuur ayat 34:
ولقد أنزلنا إليكم آيات مبينات ومثلا من الذين خلوا من قبلكم وموعظة للمتقين
Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penerangan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (An-Nuur:34)

Jika pagi datang, orang yang lalai akan berpikir apa yang harus dikerjakannya. Sedangkan orang yang berakal akan berpikir apa yang akan dilakukan Allah padanya” (Ibnu Athaillah)
 
Lalu apakah kita sebagai umat muslim juga akan lalai dalam mengukir sejarah kita sebagai manusia?

Thursday, September 13, 2012

What's Wrong With Ham Radio? It's Brain Dead!!

  Written By: KH2D
Ham radio is brain dead. How did that happen ? Well, it's a long story, but I'll see if I can explain it to you. Amateur radio operators today can be basically subdivided into two groups - Clueless Newbies and Brain Dead Old Farts. Well three groups really, there's the Died In The Wool Pee In A Bucket Under The Desk Contest Fraternity, but we'll save them for another discussion, because thankfully they only show up on major contest weekends. So let's take a look at our two basic groups.

Clueless Newbies. Ham radio has always had Clueless Newbies, but they weren't as prevalent and as obvious as they have become in the last few years. And we also don't deal with Clueless Newbies in the same manor that we used deal with them. Before The War, they were still considered hams. We'd take them under our wing, teach them what we knew, help them set up their first station or erect their first antenna, and coach them as they entered the ranks of amateur radio. But now The War is over and we don't do that anymore. Now we ridicule them, and try to maintain the division that was created by The War.

How did these Clueless Newbies get into ham radio, and why are they here ? That's a very difficult question to answer. How they got in is easy - they took the test and passed, so they became licensed. Why they got in is the hard part - why would somebody who knows nothing about electronics, nothing about radio, nothing about communications, and has no intention of purchasing a radio want a ham license ? I dunno. It seems like a majority of the Clueless Newbies do indeed fall into that category. There are a few, I would imagine, that are like the Clueless Newbies of yesteryear - they are really interested, and they'll either learn things on their own or be lucky enuff to find a Brain Dead Old Fart who is willing to help them out. Most of them, I fear, will continue to do what they are doing now - wallow around the Internet, between one 'discussion forum' and another, arguing with the Brain Dead Old Farts they can find to argue with, and checking into the "Ham Radio Traders Net" on ILink with a six dollar plastic microphone connected to a computer sound card, pretending they are playing ham radio. So why'd these Clueless Newbies get in ? I can only guess that the basic reason they got in is because it's become so EASY to get in. I've heard a few other reasons, one I can elaborate on, but basically because it's EASY would be my guess.

In Saipan, KH0 land, if you bang around the Internet a bit, you'll find a 'ham club' with 50 or 60 members. But you probably won't recognize any of the call signs, and if you go looking around in the DX cluster, you'll find that none of them have ever been spotted on HF even though the majority of them have Extra class licenses, and HF privileges. I KNOW why they are hams - somebody started a rumor that when the FCC comes banging at your door, they won't take away that linear amplifier that you've been using on 11 meters IF you have a ham ticket. So they all went and got one. It was EASY. REAL easy. Three of their buddies just formed a VE group......

The fact that some Clueless Newbies will remain Clueless Newbies isn't really all their fault. It's amateur radio's fault as a whole, but after The War, that's just the ways things have to be. When it comes to amateur radio, most Clueless Newbies are brain dead. Ask one sometime to explain what a dipole is, or how to construct one and you'll see what I mean. Most Clueless Newbies in ham radio today are SO clueless that they have to ask fifty five question on six different YAHOO! groups to figure out how to hook up that six dollar plastic sound card microphone so they can talk to somebody on 'ham radio'. Clueless Newbies are Brain Dead. So we move on to our next group....

Brain Dead Old Farts. Boy are there a bunch of those kind of hams around still. How do you identify a Brain Dead Old Fart? Does he talk about DX all the time? Does he complain about sending Green Stamps to La La Land and not getting a post card back fast enuff? Is he constantly searching for addresses to send his post cards to? Can he tell you off the top of his head how many confirmed kills he has on each of nine HF bands and rattle off a list of what he still needs to be on the Honor Roll? Does he spit violently at any Clueless Newbie who comes within range of his saliva? If the answer to those questions is a resounding YES, then you've found one. A Brain Dead Old Fart.

Brain Dead Old Farts could also be classified as Post Card Collectors. Amateur radio is nothing to them but merely a quest to fill old shoe boxes with post cards. Sadly, since Brain Dead Old Farts are about the only ones you'll find on HF anymore, that's what the HF amateur bands have become, and what amateur radio on HF is all about - post cards. Brain Dead Old Farts embrace technology - as long as it helps them get new post cards.

Gone are the days when you'd find intelligent conversations (about subjects other than QSL info) on the amateur HF bands. Sure, you'll still find Fred, and Charlie, and Bill, on the same frequency they've been on every Thursday morning for the last 22 years, checking in to see who's hemorrhoids got bigger last nite. But tune around and see how many hams you find having a CONVERSATION with another ham. A conversation about pets, a conversation about fishing, a conversation about travel, a conversation about fruit trees, a conversation about ANYTHING but Post Cards or "How's My Audio Sound Tonite". Not many. Probably none. HF is brain dead. Why? My guess is that all the NORMAL people - not the Brain Dead Old Farts and the occasional Clueless Newbie you'll find on HF - gave up and found something better to do than ham radio.

So how do we fix this mess? I'm afraid we don't. At least I haven't got any quick easy fixes. And I'm afraid I'd have to say at this point that I really feel that ham radio is done - stick a fork in it.

Oh yeah. The War. I almost forgot to tell you about The War. If you've been a ham for a few years, or a CB'er for a few years, you know about The War. The war to rid the world of the Evil Morse Code. The war was fought fiercely by two different groups - the 'No Coders' and the 'Coders'. The 'No Coders' said that Morse code was a violation of their civil rights, and they beat the doors down at the FCC writing petitions and making speeches. The 'Coders' said that removing the Morse code was a terrible idea, because it lowered our 'standards' and allowed those slimy CB'ers into our ranks. But the 'Coders' didn't do such a good job of beating the doors down at the FCC and making speeches, because most of them were too busy chasing post cards. So the 'No Coders' won. They had better leadership, like Ready To Make A Buck Freddy, W5YI. The only leadership the 'Coders' had was the ARRL - a radio club in Newington, Connecticut that used to have political influence with the FCC but doesn't any more. The 'Coders' made the mistake of thinking the ARRL was taking care of business, but in reality they were busy hoping back and forth across the fence trying to keep magazine subscribers (and their jobs).

So who really won the war? The 'NoCoders' did. And who lost the war? Amateur radio did. Amateur radio was so deeply divided by the war that it will never again be the same. Brain Dead Old Farts will continue to collect post cards and continue to spit on Clueless Newbies whenever one gets close enuff to spit on until the day arrives when all the Brain Dead Old Farts have become Silent Keys. Clueless Newbies will continue to pester people on YAHOO! groups until they learn about six dollar plastic microphones and sound cards, but they will never gain the knowledge about amateur radio thru the one on one "Elmering" system that so many of us were fortunate enuff to have available back in the days when we were Clueless Newbies. Amateur radio is DIVIDED. Deeply divided. And it was badly scarred by the war. And those scars will never heal completely.

Today's Clueless Newbies don't want anything to do with Brain Dead Old Farts. And vice versa. So to sum it up:

United we stand. Divided we fell.

Will there still be amateur radio 50 years from now? Maybe. But I doubt you'd recognize it. They'll be no more tests for licenses, just fill out a form on the Internet to get one. They'll be a few VHF or UHF frequencies still available for the slim number of 'hams' that chose buy a radio and to use it, but most of the frequencies will be gone - taken by wireless commercial networks for this and that. You'll check into the ham chat room on the Internet - no radio required. It will have gotten so hard to find a place where you can live that you can put up and HF antenna that finally ham radio will just give up on HF too. PRB-1. Right. Pretty Real Baloney.

Will I be sad to see it go? No, not really. First of all, I won't be here in 50 years :-) And it's already gone as far as I'm concerned. I don't want to talk to Clueless Newbies in chat rooms on the Internet - even if we do ID every 10 minutes, that's not really ham radio to me. I don't want to give signal reports to post card chasers on HF only to have them become upset when they find out I'm not in Guam, I'm in Florida. There hasn't been any 'new technology' in ham radio for as long as I can remember. So I guess I'm happy to say good-bye.

Clueless Newbies are brain dead - they're so busy being happy about winning The War that they'll never realize what they won and take advantage of it.

Brain Dead Old Farts are brain dead - they're so busy collecting post cards and spitting on Clueless Newbies that they don't realize the hobby they love so dearly is going to die with them.

Good-bye, Ham Radio. Been nice knowing you.

73, Jim KH2D

Friday, September 7, 2012

KITA BILA LAGI??????


New 60 Meter Privileges Now In Effect

03/05/2012
Effective today, US amateurs have new privileges on the 60 meter band. In addition to an increase in effective radiated power from 50 to 100 W, hams can now transmit CW and PSK31 on the following channel-center frequencies:
Channel 1: 5332.0 kHz
Channel 2: 5348.0 kHz
Channel 3: 5358.5 kHz
Channel 4: 5373.0 kHz
Channel 5: 5405.0 kHz
Amateurs can also transmit Upper Sideband voice and PACTOR III on the following suppressed carrier frequencies (the frequencies typically shown on transceiver displays):
Channel 1: 5330.5 kHz
Channel 2: 5346.5 kHz
Channel 3: 5357.0 kHz
Channel 4: 5371.5 kHz
Channel 5: 5403.5 kHz

Friday, August 31, 2012

Typhoon wreaks havoc on Korea

Page last updated on: Thursday, August 30, 2012
News Home Page
Email this page to a friend
News Index

As the powerful storm Typhoon Bolaven battered South Korea radio amateurs joined the response and recovery efforts to minimise the toll and damage.


The state disaster management agency reported deaths as the storm, the strongest to hit the country for almost a decade, left nearly 200,000 homes without power and property damage.
From the Korean Amateur Radio League, Yong-Surke Lee HL1FB said the 2-metre repeater D90IK on a 535m high mountain with coverage of at least 100km was used for emergency communication on the day the storm hit.

Lee said "The control station 6K2BUF was in charge as the effort was maintained. Operators were able to contact stations to get the disaster information relayed and report them to the authority.
"Some areas had power outage so battery operated 2m radios were used. DS2HBX went up to  the repeater site and had a gasoline engine generator ready in case for power outage."

There were media reports of widespread damage this week in the less prepared North Korea.
While South Korea is engaged in a big clean up a close watch is being kept should another storm Typhoon Tembin which was moving over the Yellow Sea.

Jim Linton VK3PCChairman IARU Region 3 Disaster Communications Committee,
with
Yong-Surke Lee HL1FB
Source from Southgate Amateur Radio News

Sunday, July 29, 2012

Sejarah Yang Dilupakan.......

Ramai dari antara kita hari ini, terutama sekali bagi mereka yang memiliki lesen radio amatur di era 2001 keatas sudah lupa sejarah silam ini mungkin kerana tiada dukumentasi atau bacaan yang khusus menceritakan secara terperinci tentang sejarah Radio amatur dari tahun 1921 - 2000. kalau ada pun mungkin dari mulut ke mulut ....sehingga ada antara Ham pada hari ini mengatakan SWL tidak lagi releven...Sementara itu tidak kurang pula ada yang mengatakan  CW pun tidak releven pada abad ini.

Sebelum merdeka  radio amatur adalah antara  yang pertama memancar rancangan (“programmes”) Kepada orang ramai (‘general public’). Pada tahun 1921 A. L Birch  ketua jurutera dari "Johor State Government" telah membuat beberapa eksperimen/uji kaji dengan alat "Peto Scott type of Wireless Set" yang diperolehi dari luar negara tika itu. (Malay Mail July 1921). Pada tahun 1923 beliau menubuhkan "Johore Wireless Society" dan selepas itu tertubuhlah beberapa persatuan radio di Malaya (ketika itu) berita musik dll adalah antara rancangan yang dipancarkan. Dan seterusnya akibat dari perkembangan ekonomi saperti getah dan juga bijih timah pada tahun 1929 "Kuala Lumpur Amateur Wireless Society mula membuat eksperimen dan membuat pancaran pada setiap hari jam 6.30pm dari "Selangor Club"

Sejak tahun 1928 sebelum ujudnya Radio Malaya dan Radio Singapura (SBC). Richard Early VS1AB adalah antara orang yang pertama memancar di ikuti dengan VS1AD pada tahun 1930.

Tiada siapa yang menduga pada ketika itu pancaran Radio menjadi popular. Hari ini hanya segelintir masyarakat yang tahu ujudnya stesyen-stesyen radio, hari ini adalah hasil usaha radio amatur yang lalu. Beberapa kumpulan radio amatur telah menubuhkan persatuan radio amatur iaitu di Perak dan Selangor pada tahun 1947 dan pada tahun 1952 Malayan Amateur Radio Transmitters Society di tubuhkan dan didaftarkan. Sehingga tahun 1996 terdapat lebih kurang 300 Radio Amatur yang mempunyai isyarat panggilan dan terdapat lebih kurang 200 lebih SWL. Ini kerana ketika itu hanya lesen Kelas A sahaja tidak ada lesen kelas B.

Bagaimana ujudnya Lesen kelas B.

Pada tahun 1982 kalau tidak silap penulis disuatu masyuarat AJK Marts 9M2AV (Avatar Singh) mengesyorkan agar diujudkan lesen Novice. Perkara ini tidak mendapat sambutan kemudian di awal tahun 90han. 9M2ZA, 9M2SS, 9M2RS dll buat kertas kerja mengenai perkara ini dan hantar ke pihak Jabatan Telekom Malaysia yang pada ketika itu mengawal selia perkara ini. Mereka memohon agar mana-mana individu yang lulus ujian RAE boleh bekerja di frequency 6meter, 2meter, 70cm dan ketas....Namun beberapa tahun kemudian pihak JTM (JAB. TELEKOM MALAYSIA) memberi jawapan Kelas B hanya boleh bekerja di Freq. 144.600 Mhz sahaja. Kemudian pihak Marts merayu agar di bukakan lain2 freq. saperti mana yang mereka pohon. Satelah itu pihak JTM memberi kelongaran menyatakan kelas B boleh bekerja di Freq. 144.000 - 148.000Mhz dengan kuasa pancaran 5 Watts sahaja. Kemudian Marts sekali lagi merayu. Akhirnya JTM memberikan kelonggaran sekali lagi dimana mereka benarkan bekerja di Freq. 144.000 - 148.000Mhz dgn kuasa pancaran 10Watts sahaja. Dan menyatakan pihak JTM ingin melihat bagaimana Radio Amatur boleh berkelakuan baik dalam mengendalikan peralatan Radio Komunikasi dan mereka menyatakan satelah berpuashati dengan tingkah laku Radio Amatur mereka akan berikan kelonggaran lagi. Atas alasan ini pihak MARTS bersetuju dengan pandangan JTM ini.

Lesen Kelas B di luluskan pada tahun 1995 satelah Peraturan Radio Komunikasi 1995 diluluskan dan dikuatkuasakan pada 19 Jun 1995. . Satelah lesen kelas B diujudkan pada tahun 1995 hanya lebih kurang 100 lebih orang sahaja yang berdaftar dan tanda panggil 9Ws diberikan kepada pemegang lessen kelas B.



Pada ketika itu Jabatan Telekom Malaysia dipertanggung jawabkan mengawal selia dan mengeluarkan lessen Radio Amatur. Pada tahun 1998 Jabatan Telekom Malaysia di mansuhkan dan digantikan dengan Suruhanjaya Komunikasi dan Multimedia Malaysia. Sejak tahun 1998 sehingga tahun 2001 tidak ada ujian Radio Amatur ini menyebabkan pada ketika itu tidak ada perkembangan RA pada tahun 2001 barulah pihak SKMM ujudkan ujian RAE.



Pada masa yang sama juga ujian CW juga iaitu dari tahun 1998 hingga 2005 tidak diujudkan….dan ini menyebabkan 9Ms callsign tidak bertambah. Alhamdulilah pada penghujung tahun 2005 atas keprihatinan 9M2RS,9M2SZ & 9M2AU mereka telah membuat satu kertas kerja dan melawat Sekolah Latihan Semboyan Sg Besi dan berjumpa beberapa kali dengan pihak SKMM. Maka pada hujung tahun 2005 SKMM mengadakan ujian CW, sejak tahun 2005 hingga lah sekarang ini terdapat lebih dari 100 orang telah lulus ujian tersebut dan ujudlah 9M2xxx ini suatu perkembangan yang baik sehingga kini terdapat lebih dari 8000 orang pemegang AA kelas A &B.

Cukai "Transceiver" Radio Amatur di Hapuskan
Satu lagi perkara yang dilupai oleh generasi Ham pada hari ini ialah pulupusan cukai kastam untuk alat “transceiver” perkara ini juga ramai diantara Ham pada hari ini tidak mengetahui siapakah orang-orang yang telah bekerja keras kearah ini. Mereka ialah 9M2SS dan 9M2ZA dan 9M2RS. Pelupusan cukai bermula pada tahun 1996

Ham di tanah air harus berterima kasih pada mereka-mereka ini atas keperihatinan mereka atas semangat perjuangan mereka demi kebaikan seluruh Radio Amatur dimana mereka-mereka ini lah yang memperjuangkan dan menjaga kepentingan Radio Amatur tanah air mereka ini harus di beri penghargaan. Mereka tidak mengira masa dan wang ringgit bagi mereka Radio Amatur adalah menjadi darah daging kehidupan mereka, mereka ingin melihat anak muda yang akan datang menikmati sesuatu yang mereka tidak kecapi selama ini, mereka  melaksanakan tugas-tugas mereka dengan tampa mengira masa dan ada ketikanya membelanjakan wang mereka sendiri bagi tujuan kita semua…bukan tujuan peribadi.  

JOTA

Apa yang penulis ingat antara orang-orang lama yang membantu pengakap apabila diadakan program JOTA di KL ialah....9M2DS (Aruah Pak Dollah), 9M2GL (Aruah Hj Idris), sementara itu pembantu mereka ketika itu di awal 80han ialah SWL Sharanjit (9W2AA), SWL Wan Johari (9M2WJ) dan SWL Aziz ((9M2AU), sementara di utara pula ialah 9M2FK, Pembantu Pak Eshee pula ialah SWL Saito (9M2SX), 9M2LC, turut terlibat di tahun 90han 9M2MM, 9M2MP (9M2PZ), 9M2MZ, sementara di Melaka pula ialah 9M2WT, sementara di Johor pula 9M2DW (Aruah Dato Tan) di bantu oleh SWL Deen Atan (9M2DA) dan lain-lain lagi yang turut membantu.....maaf saya terlupa nama2 dan isyarat panggil yang lain....Mereka-mereka ini harus kita ucapkan ribuan terima kasih diatas penglibatan mereka dalam mengerakan Radio Amatur di peringkat Nasional.  

Suka penulis ingatkan disini juga pada tahun 2003 atau 2004 pihak MARES pertama kali   memperkenalkan Radio Amatur kepada Pusat Ko-Korikulum Kementerian Pendidikan. Antara mereka yang terlibat mengendalikan kursus khas Radio Amatur 3 hari dua malam di Pulau Besar  ialah 9M2GL dan 9M2AU mereka bersama crew yang lain 9W2DE dan 9W2HZA atas kerjasama mereka ini lahirlah guru-guru kokurikulam yang memiliki Isyarat panggilan mereka sendiri....

Namun amat malang semua nya di lupakan bukan saje mereka ini dilupakan namun lebih ketara ada sebahagian di antara  Ham hari ini yang mencela di belakang mereka……Mengapa ada antara kita yang tidak tahu menghargai manusia lain....Apakah ini fomula kehidupan kita........???

Monday, July 23, 2012